Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Tokoh Sentral Sang Penyambung Silaturahmi Istana

S Samsuddin • 03 Apr 2025 • 0 komentar
Tokoh Sentral Sang Penyambung Silaturahmi Istana

Oleh: Yakub F. Ismail

Putraindonews.com, Jakarta - Perannya tidak begitu tampak, gerakannya pun tidak banyak menarik perhatian, namun siapa sangka justru dialah tokoh penting yang luput dari sorotan kamera tapi memberi dampak luar biasa terhadap harmonisasi elite kekuasaan (power elite).

Sosok yang dimaksud ialah Didit Hediprasetyo, putra tunggal Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Titiek Soeharto yang kini menggeluti profesi sebagai perancang berbakat busana Indonesia.

Baca JugaMahkamah Agung dan Ikhtiar Menjaga Muruah Keadilan di Indonesia

Karirnya di dunia fashion memang tidak ada yang meragukan. Karya-karyanya bahkan terkenal tidak hanya dalam negeri, tapi juga di tingkat internasional.

Didit sukses bukan karena terlahir dari keluarga penguasa. Dari ibu, Didit mewarisi trah kekuasaan dari mendiang Soeharto. Sementara dari ayah, Didit merupakan cucu dari Sumitro Djojohadikusumo, seorang Begawan ekonomi Indonesia paling dihormati.

Baca JugaMenjaga Gula, Menjaga Negara: Saatnya Membenahi Tata Kelola untuk Mewujudkan Kemandirian Pangan

Kendati tumbuh dan besar di lingkungan terpandang, hal itu tidak menjadikan Didit sebagai sosok manja dan berpangku tangan menikmati warisan orang tua.

Terbukti, untuk sampai di tahap sekarang, ia melewati banyak pilu dan kerja keras yang luar biasa. Sebagai seorang desainer, Didit harus belajar tentang apa itu seni dan cara menciptakan karya seni yang memukau.

Baca JugaAHY dan Arah Strategis Infrastruktur Wilayah

Seniman tidak dilahirkan. Ia terbentuk oleh kerja keras dan proses menjadi tiada henti. Seniman yang hebat adalah ia yang terus menghabiskan waktunya untuk menggeluti dunianya.

Sampai pada tahap ia benar-benar meresapi dan menjiawai relung seni. Dari proses menjadi seorang seniman desain inilah Didit belajar tentang apa itu kerja keras dan ketekunan.

Baca JugaZulhas dan Jalan Menuju Swasembada Pangan

Bakat saja tidak cukup untuk menjadi seorang seniman atau desainer handal, jika tidak didukung oleh usaha berlatih terus menerus.

Family Integrator

Istilah penyatu keluarga (family integrator) barangkali kurang terlalu pas untuk mendeskripsikan peran Didit dalam keluarganya.

Baca Juga2 Tahun Prabowo-Gibran: Ujian dan Arti Sebuah Komitmen

Namun, hanya istilah itu yang bisa dipakai untuk merujuk peran pentingnya dalam merajut pintalan hubungan keluarga yang penuh guyub.

Sebagai satu-satunya anak dalam keluarganya, Didit mau tidak mau harus menjalani perannya sebagai sosok yang bisa diandalkan dalam menciptakan suasana sejuk penuh keharmonisan.

Baca JugaKoordinasi Polisi dan Jaksa: Mengakhiri Ego Sektoral dalam Perkara Pidana

Memang harus diakui bahwa tidak ada entitas keluarga di dunia ini yang sepanjang hayatnya tidak pernah mengalami tantangan miskokomunikasi ataupun bentuk-bentuk kecil dari gejolak konflik.

Situasi demikian bukan hal yang asing apalagi dipandang aneh. Hanya saja peran individu dalam keluarga menjadi vital dalam menjaga kondisi tetap rukun dan ajek.

Baca JugaKementerian PU: Membangun Infrastruktur, Menegakkan Integritas

Alhasil, peran itulah yang terus dimainkan Didit sebagai satu-satunya pewaris tunggal keluarga besar Bapak Prabowo Subianto dan Ibu Titiek Soeharto.

Terbukti, sampai sekarang keluarga Mas Didit tetap akur penuh kedamaian. Semua tidak seperti yang digembar-gemborkan di luar.

Baca JugaMenyambut Era Baru Polri yang Lebih Humanis-Adaptif

Orang tidak melihat kondisi sesungguhnya yang terjadi. Mereka hanya sibuk membangun opini tanpa bukti yang memadai.

Mereka lupa, bahwa sosok Mas Diditlah yang menjadi subjek penting dalam menciptatkan suasana yang begitu sejuk dan harmonis.

Baca JugaMenjadi Religius Tanpa Fanatisme

Perekat Bangsa

Dari perannya sebagai peneduh rumah, Didit pelan-pelan menjalankan tugas yang begitu besar dampak dan manfaatnya bagi pembangunan bangsa.

Ia mampu menjahit komunikasi di level elite kekuasaan melalui kemampuan alaminya sebagai komunikator handal penuh kharisma.

Baca JugaDi Ujung Petasan, Kerukunan Jakarta Diuji

Orang selama ini hanya melihatnya sebagai seorang pegiat seni di bidang fashion. Mereka lupa bahwa Mas Didit juga ternyata memiliki kemampuan dalam hal menjembatani kerumitan komunikasi di tataran keluarga penguasa.

Peran terakhir ini tidak bisa dijalankan oleh semua orang, bahkan dari seorang negosiator ulung sekalipun, kalau bukan karena kualitas tertentu yang ia punya.

Baca JugaMahkamah Agung dan Ikhtiar Menjaga Muruah Keadilan di Indonesia

Terbukti, selama beberapa tahun terakhir, lalu lintas komunikasi di antara keluarga penguasa baik itu dari klan Soeharto, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Megawati Soekarnoputri, Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo terlihat sedikit mengalami pasang surut, kalau bukan terjadi kemandegan.

Namun, belakangan ini semua terlihat begitu cair, dinamis dan harmonis. Seolah tidak terjadi apa-apa yang menghambat komunikasi.

Baca JugaMenjaga Gula, Menjaga Negara: Saatnya Membenahi Tata Kelola untuk Mewujudkan Kemandirian Pangan

Publik pun jadi bertanya-tanya, siapa aktor kunci di balik ini semua yang mampu melakukan pekerjaan berat merajut benang komunikasi yang tengah kusut itu?

Kondisi di mana tokoh-tokoh politik dan komunikator politik yang selama ini dianggap paling piawai dalam merajut anasir komunikasi angkat tangan untuk mengemban tugas tersebut?

Baca JugaAHY dan Arah Strategis Infrastruktur Wilayah

Ternyata, belakangan terkuak bahwa Mas Diditlah salah satu sosok penting, kalau bukan sosok utama, yang bekerja siang dan malam demi mengharmoniskan hubungan semrawut itu.

Dalam poin inilah harus diakui bahwa peran sentral Mas Didit dalam menenun benang komunikasi kebangsaan begitu vital dan penuh makna.

Baca JugaZulhas dan Jalan Menuju Swasembada Pangan

Penulis adalah Ketua Umum Ikatan Media Online (IMO) Indonesia

Tags: #fashion #Indonesia #opini #prabowo subianto #politik

Bagikan berita:

Berita Terkait