Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Beda Versi TNI dan Polisi Soal Idenitas Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus

S Samsuddin • 19 Mar 2026 • 0 komentar
Beda Versi TNI dan Polisi Soal Idenitas Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus

Putraindonews.com, Jakarta – Pelaku penyiraman air keras terhada Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus telah berhasil diungkapkan. Adapun identitas pelaku diduga masing-masing berinisial BHC dan MAK.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, menyebut pihaknya telah memeriksa 15 orang saksi atas kasus penyiraman air keras itu.

Tidak hanya itu, aparat kepolisian juga berhasil melakukan analisis terhadap rekaman kamera CCTV. Hasilnya, dua orang yang diduga menyiram air keras terhadap Andrie adalah BHC dan MAK.

Baca JugaJokowi Akhirnya Buktikan Ijazah di Pengadilan

"Dari Satu Data Polri ini, satu inisial BHC, dua inisial MAK," ungkap dia di Polda Metro Jaya, Rabu (18/3).

Polisi juga menduga bahwa aksi ini tidak hanya dilakukan oleh dua orang. Karenanya, polisi masih terus menmburu pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ini.

Baca JugaEks Kabareskrim Sebut Penyadapan Ilegal Bisa Tergolong Makar

"Dari hasil penyelidikan kami, tidak menutup kemungkinan juga ini pelaku dapat diduga lebih dari empat sebagaimana informasi awal yang kami sampaikan kepada rekan-rekan media sekalian," kata dia.

Iman menambahkan, polisi juga telah membuka layanan pengaduan dengan nomor 110 dan 081285599191 untuk masyarakat yang hendak memberikan informasi terkait kasus itu. Menurut dia, setiap informasi yang disampaikan masyarakat akan sangat berguna dalam proses penyelidikan.

Baca JugaSetelah Penuh Drama, Nusron Wahid Akhirnya Diperiksa KPK

Menariknya, identitas pelaku yang diungkapkan polisi ternyata berbeda dengan versi TNI.

Pada kesempatan berbeda, Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto menyebut, empat orang diduga sebagai pelaku, masing-masing berinisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES, seluruhnya merupakan anggota Detasemen Markas (Denma) Badan Intelijen Strategis (BAIS).

Baca JugaMAKI Soroti Rencana Dinas Nusron Wahid ke Jepang di Tengah Pemeriksaan KPK

"Jadi memang kalau di Denma itu kan ada beberapa macam matra ya. Jadi kita sampaikan matranya adalah dari AL dan AU," ungkapnya saat konferensi pers di Mabes TNI, Rabu (18/3).

Yusri juga menyebut, pihaknya telah melakukan penyelidikan internal sejak kasus penyiraman air keras kepada Andrie terjadi pada Kamis (12/3).

Baca JugaMA Rencana Jelaskan Masalah Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Hari Ini

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan Puspom TNI, terdapat kejanggalan yang ditemukan. Hingga akhirnya, didapati empat orang prajurit yang diduga menjadi pelaku aksi tersebut.

"Dari hasil penyelidikan internal itu kita melihat ada beberapa kejanggalan nih, kejanggalan ya, kejanggalan. Sehingga dari kejanggalan itu kita kembangkan, muncul lah yang diduga empat tersangka tersebut ya," kata dia.

Baca JugaPigai Instruksikan Bawahannya untuk Periksa Prosedur Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur'an Sukoharjo

Ia mengatakan bahwa pihaknya masih akan melakukan penyelidikan terhadap para terduga pelaku. Hal itu dilakukan untuk mengungkap peran dari masing-masing pelaku. Red/HS

Bagikan berita:

Berita Terkait