Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Hasil Survei Ungkap Kecenderungan Warga Nahdliyin Dukung Paslon Pilihan Jokowi

S Samsuddin • 02 Feb 2024 • 0 komentar
Hasil Survei Ungkap Kecenderungan Warga Nahdliyin Dukung Paslon Pilihan Jokowi

Putraindonews.com - Hasil survei Indikator baru saja merilis tentang kecenderungan pilihan politik Warga Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Timur untuk Pemilu 2024.

Dalam temuannya, para warga Nahdliyin cenderung mendukung calon presiden dan calon wakil presiden yang didukung atau pilihan Presiden Joko Widodo.

Baca JugaDasco Bantah Isu terkait Dirinya Bakal Jadi Cawapres

"NU merupakan pendukung utama pasangan capres-cawapres yang dipersepsikan merupakan pasangan yang lebih didukung dan akan dipilih oleh Presiden Joko Widodo, yaitu Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka, terutama dari kelompok yang aktif sebagai anggota organisasi NU," kata Founder & Peneliti Utama Indikator Burhanuddin Muhtadi dalam paparan daring yang dipantau di Surabaya, Kamis (1/2/24).

Burhanuddin menjelaskan hal itu dilatarbelakangi bahwa warga Jawa Timur cenderung lebih tinggi dalam memberikan apresiasi terhadap kinerja Presiden Joko Widodo.

Baca JugaNama Seskab Teddy Diisukan Diperiksa POM?

Paling tidak dalam setahun terakhir (sejak Desember 2022), tingkat kepuasan atas kinerja Presiden Joko Widodo selalu lebih tinggi dari rata-rata warga nasional.

"Pada temuan terakhir, lebih dari 80 persen warga Jawa Timur cukup atas sangat puas atas kinerja Presiden Joko Widodo, di hampir setiap segmen demografi dan wilayah. Tingkat kepuasan agak rendah di sekitar wilayah Jatim-II dan Jatim-V, tapi secara rata-rata masih di atas 70 persen," katanya.

Baca JugaPresiden Prabowo Bakal Lakukan Evaluasi Kabinet

Selain itu, wilayah Jawa Timur merupakan wilayah dengan konsentrasi warga NU terbesar. Rata-rata sekitar 52.4 persen warga Muslim nasional merasa sebagai bagian dari organisasi NU, dan terutama di Jawa Timur.

"Rata-rata sekitar 80.8 persen warga Muslim Jawa Timur merasa sebagai bagian dari organisasi NU," ucapnya.

Baca JugaYusril Ungkap Kemungkinan Jokowi Diperiksa

Begitu juga dengan afiliasinya di dalam organisasi NU. Kurang lebih sekitar 9-10 persen warga nasional merupakan anggota aktif organisasi NU, 12-13 persen anggota tapi tidak aktif, atau secara total sekitar 24 persen merupakan anggota organisasi NU, baik yang aktif atau tidak aktif.

"Dan di Jawa Timur, proporsi anggota NU lebih dari dua kali lipat rata-rata nasional, sekitar 31 persen anggota aktif, 26 persen anggota tidak aktif, atau secara total sekitar 57 persen," tutur Burhanuddin.

Baca JugaPresiden Tunjuk TNI Ariyo Windutomo Gantikan Listyo Sigit Prabowo

Dalam survei tersebut, pada basis NU, kepuasan terutama lebih tinggi pada kelompok yang semakin aktif dalam organisasi tersebut, karena itu NU merupakan kekuatan utama yang menjaga kredibilitas Presiden Joko Widodo di Jawa Timur.

Namun demikian, mayoritas warga cenderung menganggap bahwa pandangan tokoh terkait capres/cawapres merupakan hal yang penting, dan meski tidak lantas mengikuti seruan atau anjurannya untuk memilih pasangan tertentu, tapi kelompok yang lebih besar kemungkinannya untuk mengikuti seruan/anjuran tersebut tampak cukup besar, terutama anjuran dari tokoh kiai/ulama.

Baca JugaNasDem Angkat Bicara Soal Kasus Penyadapan Listyo Sigit

"Oleh karena itu ke depan, jika simpul-simpul utama warga NU di Jawa Timur masih bisa setia kepada Presiden Joko Widodo, maka kemungkinan besar Prabowo-Gibran akan mempertahankan dominasinya," katanya.

"Tapi jika simpul-simpul tersebut tidak bisa dijaga, kemungkinan basisnya akan menyusut signifikan, dan sejauh ini yang tampak potensial menarik insentif tersebut adalah pasangan Anies-Muhaimin," tambahnya.

Baca JugaListyo Sigit dan Dua Jenderal Lainnya Ditahan di Rutan Mabes Polri

Sementara basis Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar juga tampak berasal dari kelompok yang lebih militan, lebih sering melakukan persuasi terhadap orang lain, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

Sebelumnya, KPU RI mengumumkan peserta Pemilu 2024 sebanyak 18 partai politik nasional, yakni (sesuai dengan nomor urut) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerindra, PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai NasDem, Partai Buruh, dan Partai Gelora Indonesia.

Baca JugaMA Tiba-Tiba Batalkan Konpers terkait Putusan Suket Gibran

Berikutnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Partai Hanura, Partai Garuda, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Demokrat, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Perindo, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Ummat.

Selain itu, pemilu anggota legislatif (pileg) juga diikuti enam partai politik lokal, yakni Partai Nanggroe Aceh, Partai Generasi Atjeh Beusaboh Tha'at dan Taqwa, Partai Darul Aceh, Partai Aceh, Partai Adil Sejahtera Aceh, dan Partai Soliditas Independen Rakyat Aceh.

Baca JugaDewan Usul Pembentukan TGPF terkait Aksi Penggerebekan Ponpes Sukoharjo

Pemungutan suara pileg, termasuk Pemilu Anggota DPD RI, secara serentak dengan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2024 pada tanggal 14 Februari 2024.

KPU RI juga telah menetapkan peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024, yakni pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar nomor urut 1, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka nomor urut 2, dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md. nomor urut 3. Red/AG

Baca JugaRamai Diperbincangkan Kemunculan Akun 'Brown Bear' di Tengah Pembatalan Suket Ijazah Gibran

Bagikan berita:

Berita Terkait