Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Pastikan Serang Bebas Banjir, Gubernur Andra Soni Tinjau Normalisasi Sungai Cibanten

S Samsuddin • 04 Oct 2025 • 0 komentar
Pastikan Serang Bebas Banjir, Gubernur Andra Soni Tinjau Normalisasi Sungai Cibanten

Putraindonews.com, Serang - Gubernur Banten Andra Soni meninjau pekerjaan pengendalian banjir Sungai Cibanten di Jalan Irigasi Margaluyu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Jumat (3/10/2025). Pekerjaan ini diharapkan menjadi solusi bagi warga yang selama ini kerap terdampak banjir.

Peninjauan dilakukan bersama Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim serta jajaran Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) Kementerian PUPR. Proyek pekerjaan yang dikerjakan BBWSC3 ini ditujukan untuk mengurangi risiko banjir yang kerap melanda kawasan permukiman di sepanjang aliran Cibanten.

Baca JugaPemerintah Terus Kebut Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya

Gubernur Andra Soni mengatakan, peninjauan dilakukan pada aliran sungai Cibanten di Margaluyu yang sebelumnya dipadati bangunan liar. Menurutnya, penertiban yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang membawa dampak positif.

“Alhamdulillah, dampaknya terlihat saat hujan besar, air bisa mengalir lebih lancar, tidak lagi tersumbat,” ujarnya.

Baca JugaRevitalisasi Sekolah Blitar Disorot, LKGSAI Minta Dindik Buka Data Konsultan

Andra Soni menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten juga mendukung pengerjaan lanjutan di aliran sungai dari kawasan Pasar Induk Rau, Kota Serang, agar debit air bisa mengalir ke hilir.

“Normalisasi juga terus dilakukan agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” kata Andra Soni.

Baca JugaCatatan Komisi III DPRD Kota Blitar Terhadap Pelaksana Proyek Taman Ecopark 3,8 M

Dengan rampungnya proyek pekerjaan ini, masyarakat di bantaran Cibanten diharapkan lebih siap menghadapi musim penghujan.

“Ini ikhtiar kita bersama. Saya berharap manfaatnya bisa langsung dirasakan warga, terutama mereka yang tinggal di bantaran sungai,” kata Andra.

Baca JugaDisinyalir Tidak Penuhi Spektek Rekanan Nakal Dipanggil Komisi II DPRD Kota Blitar

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten Alran Marzan mengatakan, langkah ini merupakan tindak lanjut dari banjir akhir tahun lalu.

“Salah satu titik penyempitan ada di area Sukadana, Kota Serang. Kemarin bangunan liar sudah ditertibkan oleh Pemkot Serang, sekarang langsung ditindaklanjuti BBWSC3,” jelasnya.

Baca JugaGubernur Pramono Perintahkan Bongkar JPO Rasuna Said

Alran menambahkan Pemerintah Provinsi Banten juga mengalokasikan anggaran pada APBD perubahan tahun 2025 untuk normalisasi Sungai Cibanten dan Daerah Irigasi (DI) Cibanten.

“Untuk tahun 2026, hasil dialog pak gubernur dengan para nelayan akan ditindaklanjuti. BBWSC3 akan menganggarkan normalisasi sampai muara Cibanten,” katanya.

Baca JugaIndonesia Bakal Punya Tol Terpanjang, Bandung-Jogja

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai Pantai Satu BBWSC3 Junaidi Malai menjelaskan, pengerjaan tahun ini merupakan lanjutan dari pekerjaan tahun 2023.

“Normalisasi sepanjang 1,9 kilometer dilakukan di sungai utama, ditambah 1,5 kilometer di kali pembuang,” sambungnya.

Baca JugaFirman Wijaya Tegaskan Pentingnya Keadilan Kontraktual bagi Keberlanjutan Proyek Konstruksi Nasional

Ia menyebutkan pekerjaan tidak hanya berupa galian sungai. “Ada juga pembangunan parapet atau dinding penahan tanah,” katanya.

Junaidi menambahkan pengerjaan mencakup segmen jembatan Kenari sepanjang 500 meter menuju hilir dan sekitar satu kilometer ke arah hulu.

Baca JugaPU Butuh Anggaran Rp30 Triliun untuk 136 Perlintasan Sebidang Jalur Kereta Api

“Mudah-mudahan tahun berikutnya berlanjut sampai ke hulu lagi,” ujarnya.

Proyek pengendalian banjir Cibanten meliputi pembangunan revetment sepanjang 480 meter serta galian sungai sepanjang 3,35 kilometer.

Baca JugaJalan Lingkar Waduk Wonorejo Tuntas 2026

Hingga 29 September 2025, progres fisik proyek mencapai 16,65 persen dengan target selesai Desember 2025.

Revetment dibangun setinggi 3,3 meter dengan lebar puncak 0,6 meter dan lebar dasar 1,5 meter. Panjang setiap segmen mencapai enam meter dengan batu kali setinggi 2,55 meter.

Baca JugaProyek Giant Sea Wall Telan Anggaran hingga Rp1.680 Triliun

“Revetment ini berfungsi melindungi bibir sungai dari debit air tinggi. Selain itu juga menjaga sempadan sungai sekaligus mencegah banjir,” tambah Junaidi. Red/TK

Tags: #gubernur banten #andra soni #banjir #banten #dprd

Bagikan berita:

Berita Terkait