Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Presiden Diminta Selesaikan Dampak Pagar dan Pengurugan Laut

S Samsuddin • 28 Jan 2025 • 0 komentar
Presiden Diminta Selesaikan Dampak Pagar dan Pengurugan Laut

Putraindonews.com,Kab. Tangerang - Haji Heru Seorang Warga Pulau Cangkir Kronjo Kabupaten Tangerang Provinsi Banten yang berprofesi sebagai pembudidaya wisata mangrove serta seorang Petambak dan Nelayan yang merasakan terdampak atas kegiatan pagar laut dan pengurugan Laut oleh korporasi, meminta kepada Presiden RI Prabowo Subianto untuk segera menyelesaikan permasalahannya.

Heru pengelola Mangrove Pulau Cangkir (MAPUCA) Kronjo Kabupaten Tangerang saat diwawancarai oleh Awak Media Patriot Nusantara News memaparkan bahwa dirinya memiliki tempat wisata mangrove yang kini hancur oleh meluapnya air laut, dirinya menduga ini karena adanya pengurugan Laut yang terjadi sepanjang pantai Utara Tangerang dari Teluknaga hingga Kronjo.

Baca JugaJokowi Akhirnya Buktikan Ijazah di Pengadilan

"Wisata mangrove yang saya kelola Mangrove Pulau Cangkir sudah 2 bulan ini rusak karena luapan air akibat pengurugan Laut dan empang sepanjang pantai Utara Tangerang, kini tempat wisata ini menjadi sepi dan bahkan tidak ada lagi wisatawan masuk," ujarnya, Senin (27/1).

Heru menambahkan bahwa dampak pengurugan Laut juga berimbas pada Empang atau tambak yang dimilikinya sehingga sudah 2 bulan tak lagi bisa produktif karena luapan air laut ke Tambak menjadikan air Tambak tak lagi payau.

Baca JugaEks Kabareskrim Sebut Penyadapan Ilegal Bisa Tergolong Makar

"Sudah 2 bulan tambak Saya tidak produktif, tak lagi bisa ditanami ikan karena tambak kena luapan air laut, pintu air laut ke tambak juga jebol atau rusak," ungkapnya.

Lebih lanjut Heru mengungkapkan bahwa dirinya juga sudah tak memiliki akses Irigasi air kali dikarenakan kali sudah diurug.

Baca JugaSetelah Penuh Drama, Nusron Wahid Akhirnya Diperiksa KPK

"Tambak Saya juga tak dapat akses Irigasi karena kalinya sudah diurug," ungkapnya.

Heru juga merinci bahwa dirinya mengalami dampak kerugian cukup besar selama 2 bulan ini berupa rusaknya Wisata Mangrove Pulau Cangkir, rusaknya Tambak, rusaknya Kapal, rusaknya Jalan, bagan Rusak, Jaring rusak.

Baca JugaMAKI Soroti Rencana Dinas Nusron Wahid ke Jepang di Tengah Pemeriksaan KPK

"Kapal Saya rusak karena menyangkut di bambu-bambu pagar laut, termasuk jaringnya juga rusak sehingga Saya tak bisa lagi menggunakan Kapal untuk Operasional maupun menangkap ikan," ujarnya.

"Kerugian selama 2 bulan ini bila saya taksir dalam rupiah mencapai 100 juta," pungkasnya. Red/TK

Baca JugaMA Rencana Jelaskan Masalah Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Hari Ini

Bagikan berita:

Berita Terkait