Putraindonews.com, Jakarta – Sosok Ulta Levenia Nababan yang saat ini menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) mendadak jadi sorotan.
Hal itu lantaran dirinya belum lama ini mengeluarkan pernyataannya yang cukup kontroversial mengenai rangkaian erupsi gunung api di Indonesia viral di media sosial.
Baca JugaPresiden Prabowo Bakal Lakukan Evaluasi KabinetIa bahkan mempertanyakan kemungkinan adanya faktor lain di balik erupsi enam gunung api yang terjadi dalam waktu berdekatan.
Dirinya termasuk mengaitkan fenomena alam di Indonesia dengan High-frequency Active Auroral Research Program (HAARP).
Baca JugaYusril Ungkap Kemungkinan Jokowi DiperiksaProgram riset tersebut selama ini kerap dikaitkan dalam berbagai spekulasi mengenai kemampuan memengaruhi atmosfer dan cuaca.
"Kalau saya mungkin 73,5 persen, seperti orkestrasi," ungkap Ulta dalam keterangannya di Podcast Bukan Kaleng Kaleng.
Baca JugaPresiden Tunjuk TNI Ariyo Windutomo Gantikan Listyo Sigit PrabowoLantas siapa sebenarnya Ulta Levenia? Ulta memang belum banyak yang kenal namun ia bukan sosok baru dalam kajian keamanan dan geopolitik.
Dulu ia sempat memiliki pengalaman panjang sebagai peneliti dengan fokus pada terorisme, radikalisme, konflik, serta keamanan.
Baca JugaNasDem Angkat Bicara Soal Kasus Penyadapan Listyo SigitDalam profil profesionalnya, Ulta tercatat pernah menjadi peneliti di Research Center for Terrorism and Security pada September 2018 hingga Maret 2025.
Ia juga pernah menduduki posisi Senior Researcher di Center of Terrorism and Radicalism Studies (CTRS) pada Juni 2018 hingga Maret 2025. Red/HS
Baca JugaListyo Sigit dan Dua Jenderal Lainnya Ditahan di Rutan Mabes Polri