Putraindonews.com, Blitar - Keprihatinan mendalam Anggota DPR RI Komisi IX Nurhadi atas kasus dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Pernyataan duka dan keprihatinan mendalam tersebut mencuat setelah salah satu korban, seorang siswi berusia 16 tahun berinisial FP, dilaporkan mengalami gangguan ingatan hingga tidak lagi mengenali guru maupun teman-teman sekelasnya.
Baca JugaDasco Bantah Isu terkait Dirinya Bakal Jadi CawapresMenyusul kasus kejadian di salah satu pondok pesantren di Sidoarjo Jawa Timur hingga menelan korban keracunan sejumlah 500 santri
Nurhadi menegaskan bahwa kasus yang terjadi seperti di Berastagi, Kabupaten Karo juga di Sidoarjo Jawa Timur tersebut adalah sangat serius dan tidak boleh dipandang sebagai insiden biasa.
Baca JugaNama Seskab Teddy Diisukan Diperiksa POM?“Kasus di Berastagi, Karo ini sudah masuk kategori serius dan tidak boleh dianggap sebagai insiden biasa," Kata Nurhadi.
Nurhadi yang juga kelahiran Blitar Jawa Timir ini Dia menilai evaluasi tidak boleh hanya dilakukan setelah terjadi kasus keracunan. BGN perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan pangan di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jum,'at ( 11/9 )
Baca JugaPresiden Prabowo Bakal Lakukan Evaluasi KabinetNurhadi mengingatkan kondisi seperti ini harus menjadi perhatian serius, karena keselamatan dan masa depan anak tidak boleh menjadi risiko dari sebuah program pemerintah,” ujar Nurhadi
Kasus Keracunan MBG Sidoarjo, Nurhadi juga tegas meminta adanya evaluasi menyeluruh Kasus Keracunan MBG Sidoarjo, Nurhadi minta BGN Audit Nasional SPPG.
Mengutip laman www.dpr.go.id menyebutkan "
Berdasarkan hasil pemeriksaan UPTD Laboratorium Kesehatan Sumatera Utara tertanggal 16 Agustus 2026, sampel makanan yang disajikan di sekolah dinyatakan positif mengandung tiga jenis bakteri, yaitu Bacillus cereus, Staphylococcus aureus, dan Escherichia coli (E. coli). Selain itu, bakteri Staphylococcus aureus juga ditemukan pada sampel muntahan salah satu korban."
Menanggapi temuan medis tersebut, Legislator dari Fraksi Partai NasDem ini meminta pemerintah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis secara tuntas dan berkelanjutan.
“Seluruh korban harus mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan secara tuntas, termasuk pemantauan dampak kesehatan jangka panjang, bukan hanya sampai gejala akutnya hilang. Pemerintah juga harus membuka hasil investigasi secara transparan kepada orang tua korban maupun masyarakat,” tegasnya.
Baca JugaPresiden Tunjuk TNI Ariyo Windutomo Gantikan Listyo Sigit PrabowoLebih lanjut, Nurhadi mendesak dilakukannya audit menyeluruh terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab atas penyediaan makanan program MBG tersebut. Audit harus mencakup seluruh rantai pasok dan proses produksi.
“Harus dilakukan audit total terhadap SPPG, mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, penyimpanan, distribusi, transportasi, hingga makanan diterima dan dikonsumsi siswa,” jelasnya, Jumat (11/9)
Baca JugaNasDem Angkat Bicara Soal Kasus Penyadapan Listyo SigitIa juga menekankan bahwa penanganan persoalan ini tidak boleh selesai hanya dengan pencopotan kepala SPPG semata. Apabila hasil investigasi dan bukti ilmiah membuktikan adanya unsur kelalaian, maka penegakan hukum dan pertanggungjawaban tegas harus dijalankan sesuai aturan yang berlaku.
Meski menyoroti tajam insiden ini, Nurhadi menegaskan bahwa program MBG pada dasarnya merupakan program pemerintah yang sangat baik dan strategis. Namun, pelaksanaannya wajib menjunjung tinggi standar keselamatan penerima manfaat.
Baca JugaListyo Sigit dan Dua Jenderal Lainnya Ditahan di Rutan Mabes Polri“Program MBG adalah program yang baik dan sangat penting, tetapi program yang baik tidak boleh mengorbankan keselamatan penerimanya. Prinsipnya sederhana: lebih baik makanan terlambat diberikan daripada makanan yang tidak aman diberikan kepada anak-anak,” ungkapnya.
Sebagai mitra kerja pemerintah di bidang kesehatan dan ketenagakerjaan, Komisi IX akan mengawal kasus ini agar menjadi pelajaran berharga dalam perbaikan sistemik program MBG di tingkat nasional. “Kami di Komisi IX akan mendorong agar kasus Karo ini menjadi momentum untuk memperketat standar keamanan pangan MBG secara nasional. Jangan sampai kejadian seperti ini berulang di daerah lain,” pungkas Nurhadi.
Baca JugaMA Tiba-Tiba Batalkan Konpers terkait Putusan Suket GibranRed/Rif