Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Korban Gempa Myanmar Terus Bertambah

S Samsuddin • 03 Apr 2025 • 0 komentar
Korban Gempa Myanmar Terus Bertambah

Putraindonews com, Jakarta - Jumlah korban yang meninggal akibat gempa bumi dahsyat yang mengguncang Myanmar pekan lalu bertambah menjadi lebih dari 2.800 orang, dengan 4.600 lebih lainnya mengalami luka-luka.

Hal itu disampaikan pemerintah militer Myanmar pada Rabu (2/4), lima hari setelah bencana yang semakin memperparah krisis kemanusiaan di negara yang dilanda perang saudara tersebut.

Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026

Jumlah korban akibat gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang wilayah tengah Myanmar dikhawatirkan terus bertambah, karena ratusan orang masih terjebak di bawah reruntuhan di Mandalay, kota terbesar kedua di negara itu yang berdekatan dengan pusat gempa, di tengah keterbatasan alat berat.

Data korban terbaru itu dirilis setelah tiga kelompok bersenjata etnis minoritas yang tergabung dalam sebuah aliansi mengumumkan gencatan senjata sepihak selama satu bulan dalam pertempuran mereka melawan militer sehari sebelumnya, demi mendukung upaya bantuan gempa.

Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer China

Aliansi Tiga Bersaudara, yang terdiri dari Tentara Arakan, Tentara Aliansi Demokrasi Nasional Myanmar, dan Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang, menyatakan pada Selasa bahwa mereka tidak akan melancarkan operasi ofensif dan hanya akan bertindak untuk membela diri guna memastikan kelancaran operasi kemanusiaan.

Gencatan senjata sepihak juga telah diumumkan pada Sabtu oleh pemerintahan paralel yang dibentuk oleh anggota pemerintahan sipil Aung San Suu Kyi yang digulingkan dalam kudeta Februari 2021.

Baca JugaAmerika Kirim 10 Pesawat Militer ke Israel

Sementara itu, pihak militer belum mengatakan akan menghentikan serangannya. Menurut laporan media setempat, mereka terus melakukan serangan udara di wilayah kekuasaan pasukan oposisi yang terdiri dari beberapa kelompok pemberontak etnis minoritas dan pemerintahan Pemerintah Persatuan Nasional.

Pada Rabu, Junta mengatakan lebih dari 1.500 anggota tim penyelamat asing sedang melakukan operasi evakuasi setelah gempa kuat di Myanmar.

Baca JugaHasil Hitung Cepat Pemilu Israel, Posisi Netanyahu Tidak Aman

Pada hari yang sama, tim medis asal Jepang tiba di Yangon untuk mengirim pasokan bantuan darurat, termasuk perlengkapan sanitasi, air, dan alat pemurni air. Red/HS

Tags: #gempa bumi

Bagikan berita:

Berita Terkait